JANGAN DEKATI ZINA!
Allâh Azza wa Jalla menyebutkan tentang ciri orang-orang yang bahagia yaitu yang menjaga dirinya dan kehormatannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ﴿١﴾ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ ﴿٢﴾ وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ ﴿٤﴾ وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٥﴾ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦﴾ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Mu’minun/23:1-7]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman.
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ﴿٢٩﴾إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴿٣٠﴾فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina dan homoseks), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Ma’ârij/70:29-31]
Jika seseorang mengumbar pandangan matanya, maka dia telah mengumbar syahwat hatinya. Sehingga mata pun bisa berbuat durhaka karena memandang, dan itulah zina mata. Rasulullah bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim)
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْعَيْنُ تَزْنِي، وَالْقَلْبُ يَزْنِي، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا الْقَلْبِ التَّمَنِّي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا هُنَالِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ
“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad no. 8356. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)
Zina adalah jalan yang paling jelek! Zina adalah perbuatan yang kotor, moral yang paling buruk, serta akhlak yang paling rendah & jelek!
Imam Ibnul Qayim rahimahullah berkata; “Wahai orang yang tertipu dengan angan-angan! ingatlah sesungguhnya iblis dilaknat & diusir dari tempat kemuliaan dengan sebab membangkang perintah Allah yaitu tidak mau sujud (sekali saja) kepada Adam. Kemudian Adam dikeluarkan dari surga disebabkan satu suapan yang ia makan (dari pohon yang dilarang). Dan tertahannya orang yang membunuh untuk masuk kedalam Surga (sesudah ia melihatnya) dengan sebab satu tapak tangan darah yang ia tumpahkan. Diperintahkan untuk membunuh pezina dengan sejelek-jeleknya pembunuhan dengan sebab ia memasukan (kemaluan) sepanjang jari kedalam (kemaluan) wanita yang tidak halal baginya…” (Fawaa-idul Fawaa-id Halaman.389)
“Tidak ada dosa yang paling besar setelah membunuh manusia melainkan zina!” (“Jangan Dekati Zina” | Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah | Halaman 32)
perbuatan zina sangat besar bahayanya (dari Kitab Ad-Dâ’ wad Dawâ’ (hlm. 250-251), Min Mafâsidiz Zinâ, karya Syaikh Muhammad bin Ibrâhîm al-Hamd, dan beberapa tambahan dari kitab-kitab yang lain) . Di antaranya:
- Menghilangkan kemaslahatan alam.
- Maksiat yang melemahkan pengagungan terhadap Allâh .
- Maksiat yang menyebabkan Allâh mengabaikan hamba-Nya.
- Maksiat yang mengeluarkan hamba dari wilayah ihsân.
- Menyebabkan tercampurnya nasab (keturunan).
- Menyebabkan kehancuran rumah tangga.
- Membawa kerusakan dunia dan agama si pelaku.
- Membawa siksa di kuburnya dan diancam masuk
- Banyak kehormatan yang terinjak-injak dan terjadinya kezhaliman.
- Menyebabkan kefakiran dan rizki tidak barokah.
- Memendekkan umur.
- Menghitamkan wajah
- Mencerai-beraikan hati dan membuat hati menjadi sakit.
- Mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan ketakutan hati.
- Menghilangkan kebaikan dan amal taat.
- Menghilangkan nikmat dan mendatangkan adzab.
- Memalingkan hati dari istiqâ
- Menjadikan pelakunya berada dalam tawanan setan dan penjara syahwat.
- Menjatuhkan derajat dan kedudukannya di sisi Allâh dan di sisi makhluk-Nya.
- Melemahkan fungsi akal.
- Menghapus keberkahan agama dan dunia.
- Memutuskan hubungan hamba dengan Rabb-nya.
- Menyebabkan berbagai makhluk berani mengganggu pelakunya.
- Maksiat adalah bantuan manusia kepada musuhnya, yaitu setan.
- Menyebabkan hamba melupakan dan melalaikan diri sendiri dan keluarganya.
- Menghambat perjalanan hati menuju kepada Allâh .
- Malaikat-malaikat rahmat akan menjauh darinya.
- Mendekatkan kepada setan-setan yang terlaknat.
- Menjerumuskan kepada seburuk-buruk maksiat.
- Menghilangkan rasa malu.
- Menghilangkan rasa cemburu.
- Maksiat penyebab kebinasaan di dunia dan di akhirat.
- Menyebabkan penyakit Gonorhea (kencing nanah), Siphilis, dan Aids yaitu penyakit yang membuat rusak kemaluan dan tubuhnya. Indikasi fisik penyakit ini ialah munculnya luka bernanah di sekitar kemaluan. Sementara itu, indikasi bagian dalam tubuh ditandai dengan infeksi pada hati, usus, lambung, tenggorokan, paru-paru, dan testis (buah zakar). Belum lagi dampak-dampak yang diakibatkan penyakit ini pada jantung dan saluran pembuluh darah sehingga keduanya dapat menyebabkan kelumpuhan, penebalan saluran pembuluh darah, kebutaan, rasa nyeri pada dada, kondisi fisik yang terus memburuk, kanker lidah, dan terkadang TBC. (Fâhisyah Qaumi Lûth, karya Abu ‘Abdirrahman ‘Ali bin ‘Abdul ‘Azîz Musa)
Semoga kita semua, keluarga, anak-anak kita dijauhkan dari perbuatan zina dan semoga Allah azza wa jalla menjaga kita semua dari segala macam perbuatan keji & munkar.
Rasulullah Shalallahu álayhiwasalam mengajarkan doa agar kita berlindung dari keburukan pendengaran, mata, lidah, hati dan kemaluan.
اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, kejahatan penglihatanku, keburukan lidahku, keburukan hatiku, dan keburukan air maniku.” (Shahih: HR. Abu Dawud No.1551, at Tirmidzi No.3492, dan an Nasai VIII/259-260 | dari Syakal bin Humaid Radhiallahuánhu)
وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
SIlahkan di Bagikan


Post Comment