Loading Now
×

JANGAN TAMAK PADA DUNIA!

“Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunianya hanya menurut apa yang
telah ditetapkan baginya.”

Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ, mencela sikap tamak kepada dunia. Bahkan Allah ﷻ sangat merendahkan kedudukan dunia di banyak ayat-ayat Al- Qur’an. Allah Ta’ala berfirman bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan yang menipu:

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ…

“…Kehidupan dunin hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali’Imran: 185)

Apabila seorang hamba menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya dan mengesampingkan urusan akhiratnya, maka Allah ﷻ akan menjadikan urusan dunianya tercerai-berai, berantakan, dan serba sulit, serta menjadikan hidupnya selalu diliputi kegelisahan. Dan Allah ﷻ menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, selalu takut miskin, atau hatinya selalu tidak merasa cukup dari rizki yang Allah ﷻ karuniakan kepadanya.

Adapun dunia itu ia dapati hanya menurut apa yang telah ditetapkan baginya, tidak lebih. Meskipun ia bekerja keras dari pagi hingga malam, bahkan hingga pagi lagi dengan mengorbankan kewajibannya untuk beribadah kepada Allah ﷻ, dengan mengorbankan hak-hak isteri, anak-anak, keluarga, orang tua, dan lainnya, namun ia tidak mendapati dunia itu melainkan atas apa yang telah ditetapkan baginya, tidak lebih.

Cinta kepada dunia adalah pokok semua kejelekan, oleh karenanya tidak boleh menjadikan dunia sebagai tujuan hidup. Allah ﷻ berfirman,

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (١٥)

أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَـٰطِلٌۭ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ (١٦)

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. ltulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan(QS. Huud: 15-16)

Dunia ini dilaknat oleh Allah dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, oleh karena itu jangan jadikan dunia sebagai tujuan. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cinta dunia adalah pokok dari semua kejelekan dan pokok semua kesalahan.”

Apabila ditanyakan, “Mengapa hal itu bisa teqadi?” Maka Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjawab:

Pertama, orang yang cinta dunia maka ia akan mengagungkan dunia tersebut, padahal dunia adalah hal yang hina. Bahkan Nabi ﷺ menyebutkan bahwa dunia itu lebih jelek daripada bangkai kambing.

Kedua, dunia dan isinya ini dilaknat oleh Allah ﷻ, kecuali hal-hal yang dicintai oleh-Nya. Sehingga orang yang cinta dunia akan terus-menerus mendapatkan fitnah.

Ketiga, orang yang cinta dunia akan menjadikan dunia itu sebagai tujuan, padahal dunia ini hanyalah wasilah (perantara) untuk menuju akhirat.

*(Diringkas dari ‘uddotush Shoobiiriin, oleh lmam lbnul Qayyim)

Oleh karena itulah, sebagai seorang Muslim, selama hidup di dunia ia harus selalu mengerjakan amal-amal kebaikan dan beribadah kepada Allah ﷻ dalam rangka mempersiapkan diri-diri kita di kehidupan akhirat yang kekal.

Sumber : Ar Rasaa-il Jilid 4, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah

SIlahkan di Bagikan

Post Comment